Festival Budaya Bensamar Resmi Digelar, Disdikbud Kukar Dukung Pelestarian Budaya Lokal
Pembukaan Festival Budaya Bensamar tahun 2025. /pic:tanty
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR
: Dusun Bensamar yang terletak di Kelurahan Loa Ipuh
Darat, Kecamatan Tenggarong, kembali menjadi pusat perhatian lewat gelaran kegiatan
Festival Kampung Lawas.
Festival yang kini
memasuki tahun keempat tersebut, menjadi salah satu upaya penting dalam
melestarikan sejarah dan budaya yang ada di masyarakat lokal. Dengan usia yang
telah mencapai 407 tahun, Bensamar bukan hanya kampung tua, tetapi juga bagian
penting dari sejarah panjang Kutai Kartanegara (Kukar).
Kepala Bidang
Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, Puji
Utomo, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyatakan komitmen penuh
pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya masyarakat Bensamar.
“Kampung Lawas
Bensamar ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting. Dari penelusuran dan
informasi yang kami peroleh, kampung ini sudah ada sebelum berdirinya
Kesultanan Kutai Kartanegara,” ujar Puji saat diwawancarai awak media usai
membuka acara.
Bahkan, ia menilai
Bensamar memiliki kaitan erat dengan Sultan Aji Imbut. Maka dari itu,
menurutnya sangat penting bagi Disdikbud Kukar untuk memberikan dukungan atas
kegiatan pelestarian yang dilakukan masyarakat di kampung tersebut.
Dalam festival tahun
ini, masyarakat Bensamar menampilkan berbagai kesenian khas daerah. Di
antaranya tari Jepen, pertunjukan Sandima, serta musik dan lagu-lagu Tingkilan,
yang menjadi ciri khas masyarakat melayu.
Tidak hanya itu,
masyarakat juga menggali dan menampilkan berbagai kekayaan budaya lokal lain
yang selama ini masih terpelihara dengan baik.
“Yang paling kami
apresiasi adalah semangat masyarakat dalam menggali dan mempertahankan
karakteristik budaya mereka sendiri. Ini adalah bentuk nyata dari pelestarian
yang berasal dari masyarakat, bukan hanya program dari atas,” lanjut Puji.
Puji juga
menyampaikan Disdikbud Kukar turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan
festival tersebut.
Ia menyebutkan
beberapa bantuan yang diberikan antara lain fasilitas pementasan seni,
peralatan pendukung olahraga tradisional, serta dukungan terhadap kegiatan
tarian dan pertunjukan budaya yang digelar selama festival berlangsung.
Saat disinggung
mengenai keberlanjutan festival ini, Puji menyampaikan bahwa pemerintah akan
melakukan evaluasi dan mempertimbangkan pola pelaksanaan yang efisien namun
tetap berkelanjutan.
“Kami tentunya
memperhatikan efisiensi anggaran, namun kami juga sadar bahwa kegiatan seperti
ini harus terus berjalan. Ke depan, kami akan pertimbangkan apakah dilaksanakan
setiap tahun atau dua tahun sekali, yang penting ada kesinambungan,” jelasnya
Dirinya juga berharap
Festival Budaya Bensamar bisa menjadi contoh bagi kampung-kampung lain di Kukar
dalam mempertahankan dan melestarikan adat dan budaya lokal.
“Harapan kami,
masyarakat di Bensamar ini bisa terus menjaga adat istiadat, nilai-nilai luhur,
serta kekayaan budaya yang mereka miliki. Karena inilah jati diri kita sebagai
daerah yang kaya akan sejarah dan tradisi,” pungkasnya
Dirinya juga menambahkan melalui festival ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah modernisasi, pelestarian budaya tetap harus menjadi prioritas bersama.
“Dukungan dari
pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci agar warisan
leluhur tidak hilang ditelan zaman,” tutupnya. (Adv/Tan)